Artikel ini diterbitkan dalam jurnal yang bernama KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) (IAIN Raden Intan Lampung), pada volume 03 nomor 1 pada halaman 1-10, penulisnya yakni Rika Damayanti dan Tri Aeni. Jurnal ini diterima pada April 2016, disetujui pada Mei 2016, dan dipublikasikan pada Juni 2016.
Tahu kah kalian? Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan perilaku agresif peserta didik di SMP Negeri 7 Bandar Lampung dengan konseling behavioral menggunakan teknik modeling. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode design one group pretest-posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 peserta didik dengan melihat kriteria perilaku agresif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan observasi dalam penelitian ini diketahui bahwa fenomena perilaku agresif terjadi di SMP Negeri 7 Bandar Lampung, terutama di kelas VIII B. Hasil pretest menunjukkan bahwa perilaku agresif tersebut berada pada kategori sedang dan tinggi. Perilaku agresif fisik yang dilakukan peserta didik berupa berkelahi, memukul teman, merampas barang orang lain, mengganggu teman yang fokus belajar, dan merusak perlengkapan sekolah. Adapun perilaku agresif verbal seperti berteriak-teriak atau ribut di kelas, memaki, mengejek teman, dan melawan guru. Apabila perilaku agresif ini dibiarkan maka akan mempengaruhi kegiatan belajar peserta didik di sekolah dan dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.
Peneliti menggunakan layanan konseling kelompok yaitu layanan konseling perorangan yang dilaksanakan dalam suasana kelompok. Dalam konseling kelompok terjadi pengungkapan dan pemahaman masalah peserta didik, mencari tahu sebab timbulnya masalah, upaya pemecahan masalah, kemudian dilakukan evaluasi dan tindak lanjut. Layanan konseling kelompok ini memiliki beberapa manfaat, yaitu peserta didik dapat belajar dari mendengar sudut pandang dan pengalaman yang berbeda, melatih keberanian untuk mengungkapkan pendapat, serta menambah wawasan yang lebih mendalam tentang diri mereka sendiri. Kemudian, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan behavioral, yang merupakan suatu pemberian bantuan kepada seseorang untuk mengubah perilaku yang maladaptif menjadi adaptif dengan menggunakan teknik modeling. Teknik modeling menunjukkan terjadinya proses belajar melalui pengamatan, mengubah tingkah laku lama dengan tingkah laku baru dengan meniru tingkah laku penokohan nyata (live model).
Bagaimana dengan kekurangan Teknik Modeling? Seperti diketahui bahwasannya teknik modeling dapat memberikan contoh perilaku yang diinginkan, tetapi tidak semua aspek kehidupan dapat dipelajari melalui pengamatan dan peniruan saja, terkadang ada beberapa hal yang mungkin memerlukan latihan atau pengalaman langsung. Kemudian, dalam penggunaan teknik modeling terkadang individu mungkin mengamati atau mengadopsi perilaku yang tidak sesuai dari model yang mereka lihat. Selain itu, setiap individu memiliki keunikan dan kebutuhan yang berbeda, jadi penggunaan teknik modeling dapat berhasil untuk beberapa orang, namun bisa jadi tidak efektif untuk individu lainnya.
Bagaimana dengan kelebihan Teknik Modeling? Teknik modeling memungkinkan individu untuk belajar melalui peniruan model yang berhasil, dengan begitu individu bisa memperoleh wawasan dan strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Individu dapat belajar dari berbagai model yang berbeda dan mengadopsi keterampilan serta strategi yang sesuai dengan kebutuhan maupun tujuan mereka. Selain itu, teknik modeling juga dapat meningkatkan motivasi. Ketika individu melihat model yang berhasil mencapai tujuan atau menghadapi tantangan, hal itu dapat meningkatkan motivasi mereka untuk melakukan perubahan dan mencapai kesuksesan yang serupa. Melihat model yang berhasil dapat memberikan inspirasi dan keyakinan bahwa mereka juga dapat mencapai hal itu. Contohnya dalam penelitian ini peserta didik yang memiliki sikap agresif dapat termotivasi oleh live model, sehingga tingkat sikap agresif mereka menurun.
Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: Berdasarkan hasil analisis data perhitungan, rata-rata skor perilaku agresif sebelum mengikuti layanan konseling kelompok adalah tinggi dan setelah mengikuti layanan konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling, skor menurun menjadi rendah. Jadi, dalam artikel ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan perilaku agresif peserta didik setelah diberikan layanan konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling. Hal ini membuktikan layanan konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling efektif dalam penurunan perilaku agresif peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Bandar Lampung tahun pelajaran 2016/2017. (AVB)
DAFTAR PUSTAKA
Damayanti, R., & Aeni, T. (2016). Efektivitas Konseling Behavioral dengan Teknik Modeling untuk Mengatasi Perilaku Agresif pada Peserta Didik SMP Negeri 07 Bandar Lampung. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 3(1), 1-10. https://doi.org/10.24042/kons.v3i1.572
