Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home di SMP Negeri 1 Pelaihari dengan Teknik Konseling Motivational Interviewing

       Diterbitkan pada jurnal Al-Ulum Ilmu Sosial dan Humaniora di Banjarmasin (FKIP Universitas Islam Kalimantan Muhammad MAB Banjarmasin) pada volume 6 nomor 1 halaman 13-29 pada april 2020, penulisnya yakni Laelatul Anisah, Aminah, dan Farial. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas teknik konseling motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi belajar siswa broken home di SMP Negeri 1 Pelaihari. Jenis penelitian ini adalah eksperimental (non parametrik). Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan menggunakan one group pre test and post test design.

       Penelitian ini dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan subjek merupakan siswa yang memiliki latar belakang broken home dan memiliki tingkat motivasi belajar yang rendah. Berdasarkan hasil pre test yang dilakukan sebelum pemberian layanan menunjukkan bahwa distribusi frekuensi motivasi belajar dan broken home menunjukkan 60% siswa dengan kategori tinggi dan 40% siswa dengan kategori rendah. Kemudian berdasarkan hasil post test yang dilakukan setelah pemberian layanan didapatkan 23 siswa atau 64% tingkat motivasi belajar berada di kategori cukup tinggi dan 13 yang lain atau 36% siswa dalam kategori sedang.

       Kekurangan dari menggunakan teknik motivational interviewing ini adalah karena teknik ini tidak terlepas dari cerita konseli yang disini adalah siswa tentang latar belakang broken home mereka. Seringkali siswa tidak bersedia untuk menceritakan secara jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi dan tentang pengalaman broken home yang mereka alami. Dalam penulisan artikel ini masih terdapat banyak typo dan struktur penulisannya lebih baik apabila diperbaiki ulang. Penulisan yang masih banyak typo di dalamnya membuat pembaca sulit memahami maksud yang ingin penulis sampaikan.

       Kelebihan dari teknik motivational interviewing ini adalah dengan menggunakan teknik ini dapat mengingkatkan motivasi belajar siswa broken home di SMP Negeri 1 Pelaihari. Hal ini dibuktikan dengan hasil post test sebelum pemberian layanan menunjukkan pengingkatan dari hasil pre test sebelum diberi layanan dengan teknik motivational interviewing. Dilihat dari struktur penulisan, hasil penelitian ini penulisannya cukup terstruktur sehingga pembaca dengan mudah memahami alur penelitian. Selain itu penjelasan hasil dari penelitian juga diuraikan dengan jelas sehingga pembaca bisa memahami bagaimana hasil dari penelitian tersebut dengan mudah sesuai dengan yang disampaikan oleh penulis.

       Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :1) Teknik motivational interviewing efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa broken home di SMP Negeri 1 Pelaihari; 2) Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa broken home di SMP Negeri 1 Pelaihari. Diantaranya kondisi ekonomi keluarga yang kurang stabil, kurang harmonisnya hubungan orang tua, dan kurangnya perhatian dari orang tua; 3) Pada dasarnya siswa akan termotivasi untuk melakukan suatu aktifitas untuk dirinya sendiri karena ingin mendapatkan kesenangan dari pelajaran atau merasa kebutuhannya terpenuhi; 4) Melalui konseling individual dapat mengubah cara pandang siswa tentang BK. Yang selama ini masuk ruang BK bagi mereka adalah siswa yang bermasalah, akan tetapi hal itu bisa berubah bahwasanya ruang BK bukan hanya untuk siswa yang bermasalah saja. (ALNF)

DAFTAR PUSTAKA

Laelatul Anisah, Aminah, and Farial. “Efektivitas Konseling Motivational Interviewing Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home Di Smp Negeri 1 Pelaihari.” Al – Ulum Ilmu Sosial Dan Humaniora 6, no. 1 (2020): 13–29. http://eprints.uniska-bjm.ac.id/104/

Bagikan ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *