Efektivitas Teori Behavioral Teknik Relaksasi Dan Gerakan Sederhana (Senam Otak) Untuk Menurunkan Stress Belajar Pada Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja

       Diterbitkan pada e-journal Undiksa Jurusan Bimbingan Konseling pada volume 2 No 1, Tahun 2014 yang berjudul “Efektivitas Teori Behavioral Teknik Relaksasi dan Gerakan Sederhana (Senam Otak) untuk Menurunkan Stress Belajar pada Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja” yang ditulis oleh IPt.Edi Sutarjo , Dewi Arum WMP , dan Ni.Kt.Suarni dengan memiliki alamat e-mail : eddysutarjo@yahoo.co.id, dawmp_80@yahoo.com,tu_arni@yahoo.com.

       Tahukah kalian? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konseling behavioral dengan menggunakan teknik relaksasi serta menggunakan gerakan -gerakan sederhana yang menyenangkan agar dapat menurunkan strees belajar siswa. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dan menggunakan metode pengumpulan data melalui kuesioner.

       Siswa kelas VIII banyak yang mengalami bosen ketika belajar. Jadi, banyak siswa beranggapan bahwa apa yang mereka pelajari selama ini tidak ada perkembangan atau kemajuan sama sekali. Hal itu mengakibatkan siswa mengalami stress belajar serta menurunnya motivasi belajar dan meningkatnya malas dan prestasi belajar yang menurun. Munculnya stress belajar diakibatkan karena keletihan mental. Keletihan mental ini muncul karena kinerja otak yang terganggu. Apabila otak sehat maka akan berpengaruh juga pada kesehatan mental. Namun, sebaliknya jika otak tidak sehat maka kesehatan mental akan terganggu. Seperti halnya yang dialami siswa kelas VIII ketika proses pembelajaran berlangsung siswa sering melihat jam untuk memastikan kapan jam pelajaran selesai. Siswa juga sering merasa malas, jenuh, ngantuk dll, salah satunya karena proses pembelajaran guru yang kurang menyenangkan atau membosankan. Oleh karena itu, guru juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat semangat dan tidak mudah bosan.

       Dalam penelitian ini untuk mengatasi siswa yang mengalami stress belajar dengan menggunakan pendekatan behavioral dengan teknik relaksasi dan gerakan-gerakan sederhana yang menyenangkan. Ketika sebelum pembelajaran di mulai siswa diharapkan untuk melakukan teknik relaksasi serta gerakan-gerakan agar pikiran serta tubuh rileks. Relaksasi ini yaitu kembalinya otot ke keadaan rileks atau istirahat setelah kontraksi. Teknik relaksasi berupa gerakan-gerakan dari gerakan tangan hingga gerakan kaki agar seluruh anggota badan rileks. Sedangkan gerakan-gerakan sederhana atau yang biasa disebut senam otak dilakukan agar siswa menjadi lebih bersemangat, lebih konsentrasi, dan efisien.

       Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 hipotesis. Dengan Hipotesis pertama dapat menurunkan stress belajar siswa dengan menggunakan teknik relaksasi, kemudian Hipotesis kedua dapat menurunkan stress belajar siswa dengan menggunakan gerakan-gerakan menyenangkan atau senam otak. Lalu hipotesis ketiga digunakan untuk membandingkan hasil dari hipotesis 1 dan 2 yaitu eskperimen yang paling efektif dengan menggunakan eksperimen pertama, teknik relaksasi.

       Bagaimana dengan kekurangan Teknik Relaksasi dan Senam Otak? Seperti diketahui bahwasanya teknik ini menekan untuk menurunkan stress belajar yang dialami siswa dengan relaksasi dan senam otak. Artinya relaksasi dan senam otak menjadi bagian penting yang tidak bisa terhindarkan dalam menurunkan stress. Namun, teknik relaksasi dan senam otak ini memiliki kekurangan yaitu apabila siswa tersebut tidak sadar akan perasaan-perasaan yang dialaminya atau siswa terlalu larut dalam permasalahan yang dialaminya maka dengan menggunakan kedua teknik ini tidak akan berpengaruh bagi siswa tersebut sehingga siswa tidak dapat melakukan teknik relaksasi dan senam otak dengan baik. Dalam pelaksanaan teknik relaksasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

      Bagaimana dengan kelebihan teknik relaksasi dan senam otak? Prinsip utama teknik relaksasi dan senam otak yaitu relaksasi dan mengubah respon negative menjadi respon positive secara bertahap telah berhasil mengubah gangguan stress belajar siswa menjadi semangat belajar. Dengan menggunakan teknik relaksasi dan senam otak dapat menurunkan stress belajar. Siswa dapat lebih mudah fokus dalam proses pembelajaran berlangsung, meningkatkan konsentrasi otak, stress berkurang dan meningkatkan kemampuan berbahasa, mengurangi kecemasan/ketegangan dan lebih kreatif. Maka, dengan menggunakan teknik relaksasi serta senam otak sangat berpengaruh bagi siswa yang mengalami stress belajar. Sehingga sangat disarankan bagi guru bk menggunakan teknik tersebut dalam mengatasi stress belajar pada siswa.

       Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :  1) Teknik relaksasi terbukti lebih efektif dalam menurunkan stress belajar pada siswa. 2) Efektifitas pada teknik ini ditunjang dengan kesadaran siswa terhadap perasaan/permasalahan yang sedang dialaminya. 3) Siswa memiliki stress belajar yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan siswa malas mengikuti proses pembelajaran. 4) Teknik Relaksasi terbukti lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan senam otak karena teknik relaksasi dapat menenangkan dan menyeimbangkan fungsi tubuh, serta membantu siswa lebih konsentrasi. 5) Senam otak dapat membuat siswa menyeimbangkan dan melaraskan fungsi otak kiri dan otak kanan. (AHP)

DAFTAR PUSTAKA

Sutarjo, IPt.Edi, Dewi WMP Arum, and Ni.Kt. Suarni. “Efektivitas Teori Behavioral Teknik Relaksasi Dan Brain Gym Untuk Menurunkan Burnout Belajar Pada Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UNDIKSHA SINGARAJA Tahun Pelajaran 2013/2014.” e-journal Undiksa Jurusan Bimbingan Konseling 2, no. 1 (2014).

Bagikan ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *