
PROFIL ARTIKEL
Artikel ini diterbitkan pada Jurnal Edukasi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan volume 7 nomer 2 tahun 2021 yang terletak di halaman 134 sampai halaman 147. Artikel ini ditulis oleh tiga orang yaitu Risya Maulidinda, Raudah Zalimah Dalimunthe, Bangun Yoga Wibowo.
Artikel ini membahas tentang pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik mutual storytelling sebagai upaya untuk mereduksi kecemasan pada korban bullying. Kasus kasus yang sering terjadi di Sekolah Menengah Pertama yaitu kasus bullying. Hal tersebut yang memberikan dampak buruk bagi siswa dan berpengaruh pada aktualisasi siswa. Kebanyakan dari anak-anak yang menjadi korban bullying dapat menderita stress dan gangguan kecemasan. Dalam kasus bullying, kecemasan pada siswa yang dimaksud dapat berupa sebuah rasa khawatir, takut, tidak nyaman berada di sekolah, sehingga berdampak pada aktivitas kesehariannya. Dengan layanan bimbingan kelompok melalui teknik mutual storytelling diharapkan dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada korban bullying. Dengan adanya informasi dan hasil penelitian dalam artikel ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pembaca mengenai pengaruh dari bimbingan kelompok dengan penggunaan teknik mutual storytelling sebagai upaya untuk mereduksi kecemasan pada siswa korban bullying.
ULASAN DAN SINOPSIS
Dalam artikel ini, penulis-penulis dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengeksplorasi terhadap pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik mutual storytelling dalam mereduksi kecemasan dalam siswa yang menjadi korban bullying. Dalam hal ini, yang dirasakan oleh siswa korban bullying yang mengalami kecemasan yaitu rasa khawatir dan takut, namun mereka tidak mengerti mengenai apa yang harus dilakukan.
Maka pada artikel ini dijelaskan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik mutual story telling dapat mereduksi kecemasan yang terjadi pada siswa korban bullying. Teknik Mutual Storytelling digunakan oleh penulis untuk berkomunikasi sekaligus menyampaikan pesan kepada orang lain, mengajak siswa dalam beropini serta mengutarakan perasaannya, bekerja sama dan menciptakan dinamika dalam kelompok. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Cilegon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi pengaruh dari layanan bimbingan kelompok dengan teknik Mutual Storytelling untuk mereduksi kecemasan korban bullying pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Cilegon. Hasil penelitian ini diawali dengan pretest yaitu menyebarkan instrument atau kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data mengenai gambaran tentang kecemasan yang dialami siswa korban bullying. Setelah dilakukan pretest pada siswa, lalu diberikan perlakuan (treatment) berupa bimbingan kelompok dengan teknik Mutual Storytelling dengan beberapa sesi pertemuan, pelaksannan treatment dilakukan secara langsung disekolah berdasarkan kesempatan dengan para siswa anggota kelompok.
Penelitian ini telah dirancang 4 sesi akan tetapi ditambah satu sesi dikarenakan terdapat dua siswa yang tidak hadir pada pertemuan ke 4 dan juga kesepakatan para anggota kelompok, maka dari pertemuan yang diberikan menjadi 5 sesi. Waktu yang digunakan selama mutual storytelling ini yaitu kurang lebih 45 menit dengan topik disetiap sesinya. Pada sesi 1 adalah orientasi bimbingan kelompok mengenai mutual storytelling, yaitu para siswa diarahkan untuk mempersiapkan cerita mengenai kecemasan korban bullying. Sesi 2 menggunakan topik mengungkapkan emosi dan perasaan. Lalu selanjutnya yaitu sesi 3, mengembangkan topik memahami dan mengelola kecemasan. Dan pada sesi 4 dan 5 yaitu mengenai evaluasi dan follow up. Hasil yang diperoleh selama kegitan berlangsung yaitu para siswa secara perlahan telah menerapkan beberapa saran dari teman teman-temannya dalam mengatur emosinya, mengelola kecemasan yang ada pada diri masing-masing, serta mendapatkan beberapa tindak lanjut untuk mencegah kecemasan akibat dari bullying tersebut. Setelah dilakukannya uji pretest dan posttest maka dari hasil perhitungan tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh penggunaan bimbingan kelompok dengan teknik mutual storytelling dalam mereduksi kecemasan korban bullyng pada siswa.
KEKURANGAN
Penggunaan teknik mutual Storytelling tidak bisa digunakan konselor hanya untuk bercerita dengan segala bentuk cerita melainkan cerita yang memiliki relevansi dengan individu tertentu, pada waktu tertentu, yang mana bisa memberikan pembelajaran sehingga lebih diterima dan masuk dalam psikis konseli melalui mendongeng. Konselor dapat meenggunakan teknik ini jika mengetahui latar belakang konseli dan kekhawatiran yang dialami konseli. Hal itulah yang membuat tingkat keefektifan teknik ini dalam konseling kurang bisa digunakan ke dalam banyak permasalahan konseli. Dan mungkin sebagian konselor kurang paham akan penggunaan teknik ini.
KELEBIHAN
Penggunaan teknik mutual storytelling menjadi satu teknik yang menarik perhatian konselor atau para professional, karena tidak hanya mampu dalam mengatasi permasalahan konseli melainkan teknik juga dapat membantu meningkatkan kecerdasan interpersonal konseli melalui bercerita. Teknik ini juga dapat melatih pendengaran serta dapat mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotornya.
KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil dan pembahasan mengenai pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik mutual storytelling untuk mereduksi kecemasan korban bullying siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Cilegon, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik mutual storytelling terbukti berpengaruh untuk mereduksi kecemasan siswa akibat perilaku bullying yang ditunjukan dengan hasil posttest bahwa adanya penurunan dari para siswa yang memiliki kategori kecemasan yang tinggi menjadi kategori sedang, dengan persentase nilai rata-rata yang diperoleh siswa saat pretest yaitu sebesar 95,5% kemudian setelah diberi treatment berupa bimbingan kelompok dengan teknik mutual storytelling mengalami penurunan sebesar 10,5% menjadi 85% yang menunjukkan berada pada kategori sedang. (AN)
DAFTAR PUSTAKA
Maulidinda, Risya, Raudah Zaimah Dalimunthe, and Bangun Yoga Wibowo. “pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik mutual storytelling untuk mereduksi kecemasan korban bullying.” jurnal edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling 7.2 (2021): 134-147. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/cobaBK/article/view/11478
