PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORAL DALAM PENANGANAN REMAJA BERMASALAH

Ulasan Dan Sinopsis

Tujuan dilakukan penelitian pendekatan Konseling behaviroal ini untuk mendeteksi remaja yang bermasalah. Metode Penelitian yang digunakan dalam jurnal ini yaitu metode penelitian kepustakaan seperti menggunakan sumber dari buku,jurnal dan internet. sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Metode Dokumentasi.Dalam Jurnal Penelitian ini mengambil sampel yaitu remaja untuk mendeteksi seseorang remaja yang sedang bermasalah.Adapun Ulasan dari Jurnal ini yaitu  Orang tua harus menyadari bahwa tentang bagaimana ketika melakukan kehidupan rumah tangganya, melihat prestasi sekolah yang telah dilakukan anak, dan mengenali lingkungan sehari hari baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Adanya Faktor yang membuat remaja mengatasi akibat negatif dari permasalahan remaja sehingga remaja dapat mengendalikan diri untuk tindak lanjut menjadi masalah pada pribadi sendiri atau lingkungan.Dengan adanya lingkungan yang baik remaja dapat menciptakan lingkungan yang baik dan benar berdasarkan oleh agama, peraturan, dan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan remaja dan pola asuh yang sesuai.Sebuah permasalahan yang dialami oleh remaja yaitu penampilan, kenakalan remaja, masalah belajar dan prestasi, hubungan antar teman maupun pacar, depresi dan perilaku yang menyimpang. Dalam Bimbingan konseling untuk mengatasi remaja yang bermasalah bukan sesutau yang mudah karena dalam usianya seorang remaja sedang mencari solusi permasalahan yang dialami melalui teman sebaya sehingga menjadi enggan untuk mencari solusi kepada orang tua maupun guru bk di sekolah.

Mereka memang mengalami kondisi yang sama dengan remaja umumnya. Melalui Konseling dengan proffesional seperti guru BK & Psikolog, remaja dapat mendapatkan tempat yang nyaman untuk bercerita tentang masalah Personal. Masa Remaja merupakan masa peralihan ketika individu tumbuh dari anak anak menjadi individu yang memiliki kematangan. Saat masa tersebut ada dua hal yang penting ketika remaja melakukan pengendalian diri yaitu Hal yang bersifat dari luar perubahan lingkungan dan Hal yang bersifat dari dalam yaitu karakter dalam diri remaja dengan masa perkembangan yang dialami. Pada masa remaja dibagi menjadi 3 tahapan yaitu remaja awal, pertengahan, dan Akhir.Remaja Awal pada perempuan berusia 13-15 tahun, sedangkan laki laki di usia 15-17 tahun. Sedangkan Remaja pertengahan pada perempuan 15-18 tahun dan laki laki 17-19 tahun.Remaja Akhir perempuan yaitu 18-21 tahun, dan laki laki 19-21 tahun.

Perkembangan Psikis remaja dapat menyebabkan perubahan yang berkaitan dengan kejiwaan remaja yaitu 1. perubahan emosi. Perubahan tersebut berupa sensitif dalam perasaan mislanya gampang menangis, cemas, dan frustasi hal tersebut biasanya terjadi dalam remaja putri yang sebelum mengalami menstruasi, Mudah bereaksi terhadap gangguan dari luar yang mempengaruhinya,Adanya kecenderungan tidak patuh terhadap orang tua.b. Perkembangan intelegensia dalam perkembangan tersebut memunculkan perubahan yaitu Menggunakan cara berpikir yang belum dewasa, ingin mengetahui hal hal yang baru. Namun semua perubahan hal tersebut berjalan lebih lambat daripada perubahan fisik.

Permasalahan remaja merupakan suatu perbuatan yang melanggar norma atau hukum dalam masyarakat perilaku tersebut dilakukan  di usia remaja menuju dewasa. Adapun permasalahan yang timbul pada remaja yaitu Masalah yang berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik ditandai dengan pertumbuhan fisik secara cepat namun terkadang ada remaja yang tidak percaya diri dengan perkembangan fisik yang telah dimilikinya.Selanjutnya yaitu permasalahan berkaitan dengan perilaku sosial.Dan yang terakhir permasalahan mengenai perkembangan kepribadian dan emosi, dalam masa tersebut remaja akan menemukan identitas diri seperti remaja tersebut akan mencoba perilaku hal tersebut akan berdampak terhadap kehidupan pribadi maupun sosial.

Konseling behavioral merupakan teori konseling yang menekankan perhatian terhadap perilaku yang nampak.Dapat dilihat dari permasalahan tadi di dalam jurnal ini memiliki permasalahan yaitu tentang kepercayaan diri ketika pembealajaran terhadap siswa terisolir. Hal tersebut dapat menghambat bagi kehidupan sosial, belajar, dan karir. Siswa yang mmeiliki kepercayaan diri rendah akan susah untuk menyesuaikan diri dalam kehidupanya. Cara untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa menggunakan behavioral therapy. Behavioral therapy merupakan terapi yang akan mengubah perilaku manusia. Behavioral therapy ditekankan pada perubahan tingkah laku agar manusia dapat menemukan perilaku baru dan menghilangkan perilaku maladatif.Oleh karena itu pentingnya memberikan behavioral therapy untuk meningkatkan percaya diri pada siswa terisolisir lebih mendalam.

Dalam behavioral therapy kerpibadian manuia terdiri dari perilaku yang akan membentuk interaksi individu dengan lingkungan sekitar. Dalam pandangan behavioral perilaku bermasalah ditandai dengan perilaku yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan hal tersebut berawal dari kebiasaan negatif hasil interaksi dengan lingkunganya.Siswa terisolir merupakan siswa yang menarik dirinya di kehidupan sosial karena mereka belum mampu menyesuaikan diri dengan hal yang ada.

Kekurangan

Kekurangan behavioral therapy ini dapat mengubah perilaku seseorang yang sudah menjadi kebiasaan lama menjadi baru, hal tersebut menyebabkan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkunganya.Terkadang ada orang yang dapat berubah secara cepat maupun membutuhkan proses. Hal tersebut akan menghambat ketika yang mengalami permasalahan dan membutuhkan solusi cepat seperti dengan penggunaan behavioral ini.

Kelebihan

Kelebihan behavioral therapy dapat mengubah perilaku seseorang. Seperti yang dikatakan tadi ketika seorang remaja yang bermasalah akan membentuk seorang remaja menjadi mengerti tentang tugas perkembangan remaja yang akan dihadapi selanjutnya. Hal tersebut akan menunrunkan remaja yang bermasalah.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan dari jurnal tersebut yaitu penerapan konseling behavioral dalam menangani remaja yang bermasalah dapat membentuk watak/ sifat remaja, harga diri remaja, dan membantu remaja untuk menyelesaikan tugas perkembangan untuk menjadi dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukanya. (DLA)

DAFTAR PUSTAKA

Haslindah,dkk. (2021). PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORAL DALAM  PENANGANAN REMAJA BERMASALAH: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi: Vol 01 No 2: 77-86. https://media.neliti.com/media/publications/439172-none-2b49c777.pdf

Bagikan ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *