Jurnal yang berjudul “ Bimbingan Kelompok Teknik Biblio-Counseling Berbasis Cerita Rakyat Untuk Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Siswa SMP” dipublikasikan oleh Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No.(2) Tahun 2014 yang ditulis oleh Sigit Hariyadi, DYP Sugiharto, Anwar Sutoyo Prodi Bimbingan Konseling, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang, Indonesia.
Tahu kah kalian? Penelitian dari jurnal ini bertujuan mengetahui model layanan bimbingan kelompok dengan teknik Biblio-Konseling berbasis cerita rakyat untuk mengembangkan intrapersonal dan mengetahui apakah model yang dikembangkan tersebut efektif dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa. Penelitian ini dilakukan dengan subjek utamanya adalah para siswa dari SMP Negeri 1 Gunem. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan menggunakan alat pengumpulan data yang diperoleh dari kegiatan observasi, dokumentasi, dan psikometri kecerdasan intrapersonal.
Hasil penelitian adalah model pengembangan layanan bimbingan kelompok dengan teknik biblio-counseling herbasis cerita rakyat untuk mengembangkan kecerdasan siswa SMP, meliputi: (a) rasional, (b) pengertian (c) tujuan, (d) isi kegiatan, (e) kualifikasi konselor, (f) peran dan fungsi pemimpin kelompok (g) peran dan fungsi anggota kelompok, (b) tahapan pelaksanaan layanan (i) evaluasi dan tindak lanjut. Sedangkan hasil uji efektifitas bimbingan kelompok merupakan potensi besar dalam layanan bimbingan konseling yang dikaitkan dengan penggunaan teknik biblio- konseling berbasis cerita rakyat menjadi nilai tambah dalam optimalisasi diri siswa ,dalam mengatasi permasalahan krisis indentitas siswa sekolah yang dipicu oleh rendahnya tingkat kecerdasan intrapersonal. Permasalahan yang terjadi di lapangan yaitu SMP Negeri 1 Gunem, didalam jurnal diketahui bahwa pada tahap awal terdapat beberapa kekurangan, baik dalam hal pemahaman praktik layanan maupun dalam upaya pengoptimalan pengembangan layanan bimbingan kelompok. Hal ini dapat diamati dari hasil informasi lisan dan data dokumentasi bahwa pada beberapa laporan layanan diketahui miskonsepsi antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Disisi lain proses pelaksanaan layanan bimbingan kelompok jarang sekali dikembangkan dan dioptimalkan dengan penggunaan teknik atau media pendukung yang ada. Melihat hal ini, apabila dikaji secara sistematik maka salah satu faktor yang berpotensi menjadi latar belakang permasalahan diatas adalah mengenai rendahnya kecerdasan intrapersonal yang dimiliki oleh setiap individu. Rendahnya kepercayaan diri seseorang menyebabkan dirinya menjadi tergantung dengan orang lain dan tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Pengembangan kecerdasan intrapersonal dalam ranah pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan dan mengarahkan peserta didik pada hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Maka dari itu peran dari seorang Konselor atau guru bimbingan konseling sebagai tenaga pendidik di Sekolah cukup besar dalam upaya pengembangan karakter diri ( Intrapersonal ). Salah satu upaya dalam mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa dapat dilakukan melalui kegiatan layanan bimbingan kelompok disertai pendekatan teknik “Bibliokonseling” berbasis cerita rakyat. Jadi melalui pendekatan ini seorang konselor menggunakan informasi atau pengetahuan yang terdapat dalam buku pustaka sebagai media membantu konseli dalam memenuhi kebutuhan dan mengoptimalkan potensinya. Adapun dengan melakukan kegiatan membaca dan berdiskusi buku ini mampu membantu maupun melatih peserta didik yang memiliki kesulitan dalam verbalisasi pikiran dan perasaan mereka. Disinilah peran dari teknik biblio-conseling memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan masalah mereka sendiri dengan situasi yang ada dalam sebuah buku. Buku sebagai media untuk membantu siswa memberikan pandangan dan wawasan yang lebih luas akan hal-hal baru. Biblio atau kepustakaan disini dapat dilakukan atau diambil dari komik, buku cerita, artikel dari koran atau majalah, novel,salah satu nilai dan etika yang dapat ditanamkan melalui cerita atau dongeng adalah nilai moral, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari. Pendekatan biblio-counseling berbasis cerita rakyat ini juga dianggap cukup membantu mengatasi masalah siswa karena dengan menggunakan buku sebagai media untuk membantu siswa, guru pembimbing dapat menghindari kemungkinan munculnya kesenjangan yang terjadi.
Menurut saya jika dilihat dari penjelasan tersebut menunjukkan bahwa literatur sastra tentunya sangat relevan dengan upaya pengembangan kecerdasan intrapersonal setiap individu.Paparan terkait masalah kecerdasan intrapersonal dan potensi penggunaan layanan bimbingan kelompok dengan cerita rakyat sebagai media dari teknik biblio konseling, menjelaskan tentang pentingnya sebuah model layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP. Dalam penggunaan cerita rakyat sebagai media Bibliokonseling ini juga memberikan hal-hal baru yang lebih menyenangkan, seperti siswa yang tidak cepat merasa bosan ketika kegiatan diskusi berlangsunh. Penggunaan cerita rakyat ini juga merupakan sebuah media baru yang dapat dikaitkan dengan proses bimbingan konseling apalagi diera pendidikan milenial ini , dengan harapan para siswa mampu mengambil nilai moral yang ada didalamnya dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari- hari.
Lalu bagaimana dengan kekurangan Teknik Biblio konseling ? Seperti yang diketahui bahwasanya penggunaan teknik ini menekan pada pemberian bantuan dari konselor kepada klien melalui media buku pustaka yang sesuai dengan permasalahan klien.Tentunya melihat penggunaan dari Teknik Bibliokonseling yang bersumber dari buku bacaan, mungkin hal tersebut kurang cocok dan kurang efektiv bagi klien yang tidak menyukai kegiatan literatur.
Sedangkan bagaimana kelebihan Teknik Bibliokonseling ? Jadi prinsip utama dari penggunaan teknik Biblio konseling ini adalah menangani permasalahan konseli melalui buku pustaka . Melalui buku bacaan inilah konselor dapat mengalihkan orientasi negatif konseli dan memberikan pandangan-pandangan yang positif sehingga hal ini dapat menggugah kesadaran konseli untuk bangkit menata hidupnya. Maka dari itu Bibliokonseling merupakan teknik yang cukup menarik bagi konseli menyukai kegiatan literatur.
Kesimpulan yang yang dapat diambil dari jurnal ini adalah : (1) Kecerdasan intrapersonal skill siswa SMP I Gunem belum maksimal. Hasil penelitian awal menunjukkan tingkat kecerdasan intrapersonal siswa rata-rata berada pada kategori sedang dan rendah. (2) Model bimbingan kelompok dengan teknik biblio-counseling berbasis cerita rakyat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP didalamnya meliputi rasional,pengertian, tujuan, isi kegiatan, kualifikasi konselor, peran dan fungsi pemimpin kelompok,peran dan fungsi anggota kelompok, tahapan pelaksanaan layanan,evaluasi dan tindak lanjut. (3) Model layanan bimbingan kelompok dengan teknik biblio-counseling berbasis cerita rakyat efektif dalam mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP. (ANR)
Sumber : Sigit Hariyadi,dkk “Bimbingan Kelompok Teknik Biblio-Counseling Berbasis Cerita Rakyat Untuk Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Siswa Smp” Prodi Bimbingan Konseling, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. Jurnal Bimbingan Konseling 3 (1) (2014) . https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk/article/view/4613
