Artikel ini diterbitkan dalam jurnal Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Banjarmasin (Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Lambung Mangkurat). Artikel ini terletak pada halaman 223-234 volume 4 nomor 3, dipublish pada bulan Juli tahun 2021. Penulis dari artikel ilmiah ini adalah Herdayanti, Ali Rachman dan Eklys Cheseda Makaria. Artikel ini memuat judul, abstrak dalam bahasa inggris dan bahasa Indonesia, pendahuluan, tujuan penelitian, metode penelitian, pembahasan dan kesimpulan.

Dalam artikel ini disebutkan bahwa penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kecemasan akademik yang tinggi pada siswa kelas XI MIA SMA Negeri 12 Banjarmasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan layanan konseling individu dengan menggunakan teknik cognitive restructuring untuk mereduksi kecemasan akademik yang dialami oleh siswa kelas XI MIA SMA Negeri 12 Banjarmasin. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan jenis metode eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design yang berbentuk suatu rancangan eksperimen.
Kecemasan akademik adalah tekanan yang dialami oleh individu, yang terus-menerus menciptakan sikap dan pola pikir individu bahwa penyebab kondisi ini yang menghambat dirinya untuk dapat bersaing dan berkompetensi dengan teman sebayanya. Penyebab dari kecemasan akademik adalah sebagian siswa menganggap kemampuan akademiknya tidak lebih baik dari teman sebayanya. Untuk mengatasi masalah siswa tersebut, peneliti melakukan layanan konseling individu dengan menggunakan teknik cognitive restructuring. Tujuan dari teknik cognitive restructuring adalah merasionalkan pemikiran-pemikiran dari individu sehingga nantinya akan memunculkan sudut pandang baru bagi pemikiran-pemikiran baru yang dapat dilihat dan dimengerti oleh individu tersebut.
Sebelum mendapatkan layanan konseling individu dengan menggunakan teknik cogntive restructuring hasil sampel pre-test siswa kelas XI SMA Negeri 12 Banjarmasin memiliki skor rata-rata 148,25 dan berada dalam kategori yang tinggi. Kemudian siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok treatment dan kelompok kontrol dan dilakukan pre-test dan post-test terhadap masing-masing kelompok. Dari hasil pre-test dan post-test dari kelompok kontrol menunjukkan nilai yang tinggi yakni 145,5 dan 151,5. Sedangkan dari hasil pretest kelompok treatment memiliki nilai rata-rata sebesar 151, dimana kecemasan akademik tersebut dalam kategori tinggi. Kemudian setelah diberikan treatment layanan konseling individu menggunakan teknik cognitive restructuring pada kelompok treatment hasil post-test memiliki nilai rata-rata 92. Hal tersebut berarti bahwa yang awalnya pikiran siswa sangat tidak yakin akan kemampuan dirinya sendiri dan kecemasan akademik tinggi, setelah diberikan perlakuan atau treatment kecemasan akademik menjadi menurun sehingga dapat dikatakan dalam kategori yang sedang. Hal tersebut menandakan bahwa siswa semakin mampu bersaing dengan teman sebayanya di dunia akademik, dan juga meningkatnya kemampuan fokus belajar yang cukup tinggi, tanpa mengkhawatirkan hasil akhir dari soal yang telah dikerjakan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian data yang diperoleh menggunakan rumus T hitung > T tabel 18 > 4,303 dengan probabilitas (0,05 atau 5%). Jadi dari sini dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa teknik cognitive restructuring dalam layanan konseling individual efektif dalam mereduksi kecemasan akademik yang dialami oleh siswa.
Kekurangan:
Dalam artikel ini, pembahasan teori teknik cognitive restructuring hanya sedikit. Dalam artikel ini tidak dijelaskan mengenai langkah-langkah atau prosedur pengaplikasian dari teknik cognitive restructuring pada konseling individu dalam mengatasi permasalahan kecemasan akademik yang dialami oleh siswa. Dalam pembahasan hanya disebutkan hasilnya saja yaitu hasil pre-test dan post-test setelah dilakukan treatment tanpa menyebutkan bagaimana cara pengaplikasian dari teknik cognitive restructuring tersebut.
Kelebihan:
Dalam artikel jurnal ini disebutkan bahwa konseling individu dengan menggunakan teknik cognitive restructuring dinilai efektif dalam mereduksi kecemasan akademik yang dialami oleh siswa. Teknik cognitive restructuring untuk memecahkan masalah kecemasan akademik ini memiliki prinsip belajar pada pikiran yang membantu konseli mencapai respons emosional yang lebih baik, yang dengannya konselor membantu konseli dengan membuatnya mengurangi pikiran negatif sehingga pikiran konseli tidak dibebankan. Kekuatan atau kelebihan dari artikel jurnal ini adalah dalam pembahasan hasil dicantumkan presentase atau tabel mengenai jumlah pre-test dan juga post-test secara rinci mengenai kecemasan akademik yang dialami oleh siswa dan dijelaskan dengan bahasa yang mudah sehingga pembaca mudah memahami isi dari artkel jurnal tersebut. Secara keseluruhan pun bahasa yang digunakan dalam artikel ini juga mudah dipahami.
Kesimpulan dari resensi artikel jurnal ini adalah pelaksanaan kegiatan konseling individu dengan menggunakan teknik cognitive restructuring cukup memberikan kontribusi dan perubahan pada diri siswa, karena dinilai efektif untuk mereduksi kecemasan akademik yang dimiliki oleh siswa. Sebelum diberikan treatment layanan konseling individu dengan menggunakan teknik cognitive restructuring siswa mengalami kecemasan akademik yang tinggi. Setelah diberikan treatment layanan konseling individu dengan menggunakan teknik cognitive restructuring, dari hasil post-test kecemasan akademik yang dimiliki siswa menurun dan dalam kategori yang sedang. Siswa yang mengalami kecemasan akademik sudah dapat yakin dan percaya diri dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran. (YWQ)
Daftar Pustaka
Herdayanti, Ali Rachman, dan Eklys Makaria. (2021). Efektivitas Teknik Cognitive Restructuring untuk Mengurangi Kecemasan Akademik pada Siswa Kelas XI MIA di SMA Negeri 12 Banjarmasin. Jurnal Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Program Studi Bimbingan Dan Konseling FKIP Universitas Lambung Mangkurat 4(3), 223–234. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jpbk/article/view/3885/2837
