
Tulungagung – Program Studi Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengadakan Pelatihan Konselor Sebaya yang bertemakan “Menjadi Pribadi yang Berempati, Mendengarkan dan Membantu Sesama Mahasiswa” pada hari Jum’at tanggal 26 Mei 2023 berlokasi di Lab BKI (U-08). Terdapat 2 pemateri yang mengisi pada kegiatan pelatihan ini, materi pertama disampaikan oleh bapak Dzinnun Hadi, S.Sos.I, M.Pd. selaku dosen Prodi BKI dan materi kedua disampaikan oleh Bapak Wikan Galuh Widyarto, M.Pd. selaku dosen Prodi BKI.
Pada materi pertama yakni Dzinnun Hadi, S.Sos.I, M.Pd. diisi mengenai pengenalan apa itu konseling sebaya dan bagaimana cara menjadi pribadi yang menarik untuk teman sekitar. Menjadi menarik, karena sebagai konselor sebaya skill yang dilatih merupakan basis penting bagi mereka untuk dikuasai. Peserta juga dilatih bagaimana agar bisa berempati, dan mendengarkan dengan konseli ketika sesi konseling berlangsung. Pada materi kedua diisi mengenai pengenalan volunteer konseling-ku.id dimana Founder yakni Wikan Galuh Widyarto, M.Pd. Pemateri kedua juga menekankan sikap SEHAT (Spiritual, Empati, Humanis, Asli, dan Penerimaan Tanpa Syarat) untuk dilatih dan diterapkan ketika sesi konseling sebaya dilaksanakan di kemudian hari. Pelatihan ini dilaksanakan hanya untuk mahasiswa BKI dengan tujuan agar para mahasiswa dapat menambah skill konseling, khususnya digunakan untuk konseling antar sebaya atau teman sendiri. Rangkaian pelatihan ini sendiri dimulai dengan sambutan oleh bapak Dr. Muhammad Sholihuddin Zuhdi, S. Sos.I., M.Pd. selaku Ketua Prodi BKI dilanjut dengan kegiatan inti yaitu Pelatihan Konselor Sebaya yang dipimpin oleh kak Nafika Rahma Ladiana selaku moderator pada kegiatan ini. Selama kurang lebih dua jam kegiatan pelatihan berlangsung dan di tutup dengan sesi dokumentasi.
Dengan pelatihan yang telah dilaksanakan, diharapkan peserta bisa menjadi konselor sebaya yang bermanfaat kepada konseli yang membutuhkan layanan konseling sebaya. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dab berharap pelatihan serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, “tandas salah satu peserta kegiatan”.
