Diterbitkan oleh Indonesian Journal Of Educational Development pada 2 Agustus 2020 pada Volume 1 Nomor 2 pada halaman 159-169, ditulis oleh Gustijati Hortensi yang merupakan seorang guru di SMK 5 MATARAM di pulau NTB. Penyelenggaraan pendidikan sekolah untuk bisa berproses pada perkembangan siswa yang bermutu membutuhkan perilaku disiplin dari siswa. Pendidkan moral, etika, mental, spiritual dan perilaku positif ditumbuhkan guna membentuk kepribadian siswa sehingga bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab pada apa yang dilakukannya. Para guru serta siswa terlibat secara interaktif dalam proses pendidikan. Karakter yang dimiliki oleh siswa dimasa remaja akan berpengaruh terhadap perilaku yang mereka lakukan.
Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling individual sebagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas X DKV-A semester II SMKN 5 MATARAM tahun pelajaran 2019/2020 dalam mengikuti tata tertib sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus dimana keduanya berhasil digunakan dan mendapatkan hasil dimana bimbingan individual secara kelompok tersebut bisa meningkatkan kedisiplinan siswa kelas X DKV-A SMKN 5 MATARAM tahun ajaran 2019/2020.
Pada siklus I siswa yang memiliki ksedisiplinan kategori kurang memiliki presentase 61,57%. Minimal cukup berjumlah 22,85%. Pada siklus I nilai rata-rata kedisiplinan mencapai 72,43 kategori cukup baik dan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup baik ada 26 orang sehingga presentase siswa yang mencapai kategori minimal cukup baik sebesar 74,29%.
Pada siklus II, nilai rata-rata kedisiplinan mencapai 82,48 kategori baik dan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup baik ada 33 orang sehingga presentase siswa yang mencapai kategori minimal cukup baik ada 94,29% yang bisa dibilang sudah mencapai target. Dari kedua siklus yang terjadi bisa dikatakan penelitian pada bimbingan kelompok dengan teknik konseling individual ini berhasil. Namun, kedisiplinan ini harus terus ditingkatkan supaya terus meningkat pada siswa.
Apa kekurangan pada bimbingan kelompok dengan tekhnik individual ini? Seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan lembar jawaban observasi bisa saja dimanipulatif oleh para siswa. Selain itu, pembiasaan dan control pada siswa juga harus terus diawasi supaya tidak terjadi pelanggaran pada siswa. Dari proses yang telah digunakan, dampak yang dibuat oleh para siswa seperti mereka menjadi lebih rapi dalam berpakaian,menggunakan atribut yang sesuai,tidak memakai pernak Pernik yang berlebihan,berdandan secukupnya,tidak datang terlambat dsb sudah mula mucul. Hasil observasipun sudah memunculkan presentase yang memuaskan dimana 2 siklus telah berhasil diterapkan. Hal ini bisa menjadi tonggak awal para guru BK di SMKN 5 MATARAM untuk terus mengawasi para siswa dalam menerpakan kedisiplinan pada tata tertib sekolah.
Penerapan teknik konseling individual dapat meningkatkan kedispilinan siswa kelas X DKV-A Semester II SMKNegeri 5 Mataram tahun pelajaran 2019/2020 telah berhasil dalam dua siklus. Kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam penelitian tindakan ini hendaknya tetap dipertahankan untuk tetap menjaga kedisiplinan siswa dalam mentaati tata tertib di sekolah. Bagi peneliti lain, untuk mencapai hasil yang maksimal disarankan untuk mengkombinasikan antara teknik konseling individual dengan teknik lainnya misalnya pelibatan orang tua dan keluarga. Teknik kombinasi ini sangat dianjurkan untuk mengatasi permasalahan permasalahan yang khusus, memerlukan pelibatan orang tua dan keluarga siswa.
Daftar Pustaka
Hortensi, G. (2020). Penerapan bimbingan kelompok dengan teknik konseling individual untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMK Negeri 5 Mataram. Indonesian Journal of Educational Development, 1(2), 159-169.
