Penerapan Konseling Behavioral Dengan Teknik Relaksasi Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Jurnal ini disusun oleh I P Sunjaya, M. Sulastri dan K. Suranata Jurusan Bimbingan Konseling, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia.

            Konsentrasi belajar adalah suatu usaha pemusatan pikiran atau perhatian dengan mengendalikan pikiran, kemauan dan perasaan terhadap suatu mata pelajaran yang sedang dipelajari sehingga memperoleh perubahan tingkah laku. Tencapai fokus sangat penting untuk mencoba menikmati aktivitas hari ini. Jika seseorang bisa menikmati aktivitas yang sedang lakukan itu dan fokus akan terjadi secara otomatis dan mudah, jadi bisa mampu berkonsentrasi maksimal memperhatikan objek yang ada.  Selain itu, seseorang harus berusaha menarik perhatian semua orang dengan panca indera dan  hanya akal yang diperbolehkan hanya berfokus pada satu objek. Lima pikiran terutama mata dan telinga itu penting fokus pada materi yang sedang dipelajari dan diperiksa karena mata dan telinga terasa berat tidak menggenggam hal-hal yang ada terjadi target yang tidak tepat. Berbagai tingkat konsentrasi tidak dapat dipisahkan dari faktor mempelajari materi secara keseluruhan.  Alasannya Juga mempelajari materi biasanya sulit untuk dibawa dengan cepat  kelelahan dalam belajar demikian mengurangi jarak fokus. bahan pelajaran sederhana dan kewalahan biasanya mendukung daerah konsentrasi dalam waktu yang relatif lama.  Iklim  panas dan suasana bising biasanya lebih cepat teriritasi konsentrasi dan keributan dengan suara radio, suara tape recorder, serta keramain yang disekitar harus diantisipasi agar tidak mengganggu konsentrasi dalam belajar. 

Salah satu cara untuk mengatasi gangguan belajar siswa adalah dengan menerapkan konsentrasi belajar dan metode pembelajaran yang tepat. Dengan penerapan pembelajaran yang tepat akan membuat siswa senang terhadap mata pelajaran yang siswa pelajari sehingga mampu memfokuskan diri dalam pembelajaran. Konseling behavioral merupakan penerapan teknik yang berakar pada belajar. Langkah-langkah dalam konseling behavioral adalah asesmen, goal setting, technique, implementation, evaluation termination dan feedback(umpan balik).

Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam konseling behavioral salah satunya adalah teknik relaksasi. Teknik Relaksasi adalah suatu proses pembebasan diri dari segala macam bentuk ketegangan otot maupun pikiran senetral mungkin atau tidak memikirkan apapun.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling( Action Reseach In Counseling). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gangguan konsentrasi belajar siswa kelas VII C SMP Negeri 2 Seririt. Dalam penelitian ini terdapat 8 siswa yang mengalami gangguan konsentrasi belajar. Hasil analisis kuesioner konsentrasi belajar dapat diidentifikasi bahwa terdapat 2 orang siswa yang berada pada kategori sangat tinggi, 10 orang siswa berada pada kategori tinggi, 8 orang siswa berada pada kategori sedang, 5 orang siswa berada pada kategori rendah, dan 3 orang siswa berada pada kategori sangat rendah. Dengan demikian ditetapkan 8 orang siswa sebagai subjek yang akan dikenai tindakan konseling behavioral dengan teknik relaksasi.

KEKURANGAN

            Seperti yang telah kita pelajari bahwa teknik relaksasi adalah proses pembebasan diri dari segala bentuk ketegangan serta mengatasi kecemasan atau stres yang berseumber pada obyek tertentu melalui pengendoran otot dan syaraf. Namun penelitian ini memiliki keterbatasan, teknik relaksasi ini cenderung memamakan banyak waktu dan memerlukan waktu yang cukup lama, dan dalam teknik relaksasi ini memerlukan tempat dan suasana yang nyaman untuk melakukan teknik tersebut.

KELEBIHAN

            Pada teknik relaksasi ini terdapat kelebihan yaitu dapat mengurangi ketegangan serta perasaan tertekan pada siswa. Selain itu, siswa lebih tenang dan terbuka dalam mengungkapkan masalah yang mengganggu konsentrasi belajar.

Dalam artikel ini bisa di simpulkan bahwasanya penyebab konsentrasi belajar siswa adalah siswa masih terganggu dengan lingkungan di luar seperti suara motor dan datangnya siswa ke sekolah sehingga beberapa siswa perhatiannya dialihkan. Oleh karena itu perlu diadakan upaya untuk memperbaiki proses tindakan pada siklus berikutnya supaya peningkatan konsentrasi belajar lebih maksimal. Dengan penerapan konseling behavioral menggunakan teknik relaksasi ini, terdapat beberapa siswa yang mengalami gangguan konsentrasi dalam belajar.

DARTAR PUSTAKA

Rumiani, N. W., Suarni, N. K., & Putri, D. A. W. M. (2014). Penerapan Konseling Behavioral Teknik Modeling melalui Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII 6 SMPN 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha2(1). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIBK/article/view/3656

Bagikan ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *