
Jurnal yang saya review ini diterbitkan pada jurnal Bimbingan Konseling (Universitas Negeri Semarang) pada volume 6 nomor 2 pada halaman 120-126. Jurnal ini ditulis oleh Aprezo Pardodi Maba, Dwi Yuwono Puji Sugiharto, dan Edy Purwanto yang dipublikasikan pada Desember tahun 2017.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan layanan konseling kelompok, memperoleh gambaran tingkat agresi verbal siswa, menghasilkan model layanan konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention untuk mengurangi perilaku agresi verba siswa, dan yang terakhir untuk mengatahui keefektifan model layanan konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention untuk mengurangi perilaku agresi siswa. Penelitian ini menggunakan metode Reseearch and Development (R dan D) yang telah disesuaikan.
Hasil dari penelitian ini adalah tersusunnya model konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention untuk mengurangi perilaku agresi verbal siswa yang telah terbukti efektif untuk megurangi perilaku agresi verbal siswa, hal ini dapat dilihat dari penurunan hasil evaluasi awal dan evaluasi akhir rata-rata sebesar 15,78%. Hasil penelitian ini merupakan jawaban dari rumusan penelitian. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi untuk mengetahui keadaan objektif pelaksanaan konseling di SMP Negeri 2 Buay Runjung. Peneliti menawarkan konsep konseling kelompok dengan mengintegrasikan teknik paradoxical intention didalam tahap kegiatan yang berani mengarahkan keinginan dan tindakan anggota untuk melawan tujuan konseling yang telah ditetapkan, hal ini bukan berarti membiarkan siswa tetap dengan agresi verbalnya. Namun hal ini dilakukan agar anggota kelompok mendapati apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang sia-siia. Oleh karena itu, disusunlah model hipotetik konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention untuk mengurangi perilaku agresi verbal siswa.
Hipotesis perlakuan pada penelitian ini adalah model layanan konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention efektif untuk mengurangi perilaku agresi verbal siswa di SMP Negeri 2 Buay Runjung. Hipotesis tersebut merupakan hipotesis alternatif (Ha) untuk kepentingan pengujian, maka Ha diubah menjadi hipotesis 0 (H0) yaiyu model layanan konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention tidak efektif untuk mengurangi perilaku agresi verbal siswa di SMP Negeri 2 Buay Runjung.
Kekurangan teknik paradoxical intention yaitu sulit dilakukan pada pasien yang kurang memiliki rasa humor. Tapi teknik ini mempunyaiketerbatasan yang perlu diperhatikan, yakni mempunyai kontra indikasi dengan kasus depresi, terutama depresi dengan kecenderungan bunuh diri. Maksudnya apabila teknik paradoxical intention diterapkan pada kasus seperti depresi dengan keinginan bunuh diri, maka kemungkinan besae justru akan mendorong konseli untuk benar-benar melakukan tindakan bunuh diri. Oleh karena itu, paradoxical intention jangan sekali-kali diterapkan untuk kasus seperti depresi atau semacamnya.
Adapun kelebihan dari menggunakan teknik paradoxical intention yaitu untuk mendorong konseli mencari apa yang dihindarinya, merangkul apa yang telah dilawannya dan untuk menggganti ketakutannya dengan keinginan. Teknik ini memanfaatkan celah dimana sebelumnya klien yang terlalu cemas akan sesuatu akhirnya terjatuh ke dalam hal yang paling ditakutinya dan membaliknya membuat klien tidak lagi takut malah mengharapkan hal tersebut terjadi. Dengan demikian bahwa model layanan konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention efektif untuk mengurangi perilaku agresi verbal siswa, karena model tersebut menyediakan lingkungan belajar yang diperlukan dalam mngurangi kecemasan yang berdampak pada menurunnya agresi verbal siswa.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, dapat dismpulkan bahwa pelaksanaan layanan konseling kelompok di SMP Negeri 2 Buay Runjung telah menyinggung kedua indicator agresi verbal, yakni agresi verbal langsung dan agresi verbal tidak langsung. Namun layanan konseling kelompok yang diberikan kepada siswa lebih terfokus pada proses pendamaian antara pihak yang saling bermasalah, sehingga target sasaranpun belum bias tercapai dengan baik hanya bersifat insedental, sedangkan teknik yang digunakan hanya teknik diskusi sehingga proses pemecahan masalah menjadi tidak focus dan tidak menghasilkan sebuah solusi tepat bagi siswa. Model konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention yang dikembangkan efektif untuk mengurangi perilaku agresi verbal siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Maba, A. P., Sugiharto, D. Y. P., & Purwanto, E. (2017). Pengembangan Model Konseling Kelompok dengan Teknik Paradoxical Intention untuk Mengurangi Perilaku Agresi Verbal Siswa. Jurnal Bimbingan Konseling, 6(2), 120–126. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk/article/view/21664%0Ahttps://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk/article/download/21664/10303
